Feed on
Posts
Comments

Puella Domini Choir merupakan paduan suara Gerejawi yang berada di bawah naungan Keluarga Mahasiswa Katolik IPB (KeMaKI). Panggilan akrab paduan suara ini adalah Koorma (koor mahasiswa). Koorma terbentuk bermula dari kerinduan para mahasiswa untuk memuliakan Tuhan melalui nada dan suara. Koorma didirikan oleh Alm. Bapak Harjadi sejak awal beliau membentuk KeMaKI sebagai wadah berkumpulnya mahasiswa Katolik IPB. Pada mulanya, Alm. Bapak Harjadi juga rajin mengajarkan paduan suara di lingkungan Gereja BMV Katedral. Koorma akhirnya hadir sebagai wadah bagi para mahasiswa Katolik IPB untuk bertekun berkumpul, berlatih, dan melakukan pelayanan di bidang paduan suara Gerejawi. Koorma IPB yang kini memiliki anggota aktif sekitar 40 mahasiswa sering melakukan pelayanan di Gereja dekat kampus IPB seperti Gereja Katolik Ciampea, Semplak, Sukasari, Katedral Bogor, serta melayani misa bulanan di kampus IPB. Hari berganti hari, Koorma pun semakin berkembang dalam hal musikalitas dan keterpaduan suara sehingga semakin dikenal di Keuskupan Bogor. Tidak berhenti pada tahap itu, Koorma memulai ‘keluar dari kandang’ dalam tugas dan pelayanannya. Beberapa penampilan Koorma di luar Gereja adalah di Natal Nasional pada tahun 2011, Reuni Akbar KeMaKI padatahun 2013, Paskahan Mahasiswa se-Keuskupan Bogor, dan Pembukaan Bogor Youth Day tahun 2015.

dies natalis koorma

Koor Mahasiswa Katolik IPB “Puella Domini Choir” merayakan ulang tahunnya pada tanggal 1 Mei 2016,, dan merayakan 5 tahun memakai nama “Puella Domini”. Perayaan ini yang bertujuan merayakan Dies Natalis Koor Mahasiswa Katolik IPB ini terdiri dari 3 rangkaian acara, yaitu pelayanan mengisi misa, reuni Koorma, dan bakti sosial. Panitia perayaan ini dibentuk mulai Desember 2015 dengan total panitia sejumlah 20 orang. Dalam rangka syukuran atas ulang tahun ini, Koorma mengisi tugas koor di Gereja Katedral BMV Bogor pada dua misa, yaitu misa pukul 09.00 dan 11.00. Pelayanan pada misa pukul 09.00 diikuti oleh 45 anggota koor, sedangkan misa pukul 11.00 diikuti oleh 41 anggota koor. Anggota koor yang mengikuti pelayanan merupakan gabungan dari alumni dan mahasiswa aktif yang terdiri dari angkatan 42-52. Latihan koor mulai diadakan sejak Minggu Prapaskah I bulan Februari 2016 hingga Sabtu, 30 April 2016. Dengan jumlah latihan yang cukup minim (latihan gabungan 7 kali, latihan mahasiswa aktif sebanyak 7 kali), Koorma bias menyatukan suara untuk bernyanyi mengisi pelayanan pada dua misa tersebut.

Setelah mempersembahkan pelayanan koor di misa, acara dilanjutkan makan siang dan reuni seluruh anggota Koorma, baik alumni maupun mahasiswa aktif di Gedung BPK Katedral lantai 2. Acara reuni ini diadakan sebagai ajang “temu kangen” para alumni, serta mengakrabkan alumni dengan mahasiswa aktif Koorma. Reuni yang bertemakan “Our Journey with God” ini diharapkan menjadi moment untuk melihat kembali perjalanan Koorma dari dulu hingga sekarang yang tentunya tidak lepas dari penyertaan Tuhan. Reuni ini dihadiri sekitar 80 orang yang terdiri dari panitia, alumni, mahasiswa aktif, dan para tamu undangan. Undangan yang hadir dalam reuni ini antara lain adalah Romo RD Yohanes Driyanto sebagai Romo Kapelan Mahasiswa, Romo Tukiyo sebagai Romo Paroki, Ibu Harjadi sebagai salah satu pendiri KeMaKI dan merupakan istri Alm. Bapak Harjadi yang juga merupakan salah satu pendiri KemaKI, Ibu Since sebagai dosen KeMaKI, Grace Natalie sebagai Ketua KeMaKI, Sie. Liturgi dan Subseksi Koor Katedral BMV, serta Sie. Kepemudaan Katedral BMV.

diesnatalis koorma

Acara ini juga dimeriahkan dengan sebuah mini contest yang membuat para anggota dan alumni saling berinteraksi. Pada mini contest ini, para tamu dibagi menjadi 5 kelompok (DO RE MI FA SOL), dimana masing-masing kelompok terdiri dari alumni dan mahasiswa aktif lintas angkatan. Masing-masing kelompok kemudian diberi satu buah lagu untuk ditampilkan, namun hanya diberi waktu 5 menit untuk berlatih. Keseruan mini contest tidak terlepas dari kehebohan tiap kelompok, serta ekspresi kebingungan para anggota koor yang belum dapat memahami lagu karena waktu latihan yang singkat. Permainan lainnya adalah “Hey Hey Siapa Dia?”, suatu permainan menebak sosok dalam gambar yang ditutupi kotak-kotak kecil. Permainan ini sangat familiar bagi anggota Koorma karena biasa mereka temui saat makrab atau acara khusus Koorma lainnya. Selain permainan, dalam acara ini juga ditampilkan video para pengurus Koorma dari tahun ke tahun sejak tahun 2002 hingga 2016, video perjalanan Koorma dari masa ke masa, dan presentasi penggalangan dana untuk bakti sosial. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui acara bakti sosial yang akan diadakan sekitar bulan Juni 2016.

Salah satu bagian acara yang penting adalah pemaparan dan peresmian logo dan santo pelindung Koorma oleh para pengurus tahun 2015-2016 dan Romo Dri. Nama santo yang disepakati menjadi pelindung Koorma adalah Santo Fransiskus Asisi. Santo Fransiskus Asisi merupakan sosok sederhana yang menghambakan dirinya bagi Tuhan dengan doanya yang sangat indah, “Tuhan, jadikanlah aku alat-Mu…” Inilah yang sangat menginspirasi Koorma agar senantiasa merendahkan hati, untuk dipakai menjadi saluran berkat bagi setiap orang. Logo Koorma yang diresmikan juga memiliki filosofi yang sangat indah. Logo tersebut menunjukkan bahwa Tuhan Yesus menaungi para anggota Koorma yang terdiri dari berbagai latar belakang untuk menjadi satu paduan suara Gerejawi, dengan logo KeMaKI yang menunjukkan bahwa Koorma merupakan bagian dari UKM KeMaKI. Satu kesatuan gambar tersebut juga dapat membentuk sebuah pohon yang terus bertumbuh, seperti Koorma akan terus tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu. Logo tersebut harapannya juga menjadi semangat baru bagi para anggota Koorma untuk terus mengembangkan talentanya agar menjadi berkat bagi dirinya dan sesama. Penutup dari acara ini adalah persembahan lagu dari mahasiswa aktif dan bernyanyi bersama lagu “Semua Kembang”, yang kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.

puella domini

Koorma memiliki sebuah kalimat penyemangat dalam karya pelayanannya selama ini, yaitu “Let’s sing aloud For Him, Ave!”. Salah satu kutipan semangat berpelayanan yang senantiasa dipegang oleh Koorma sampai sekarang adalah “Wujud pelayanan sesungguhnya adalah ketika kami mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mempersembahkan yang terbaik bagi-Nya. Karena sesungguhnya persembahan bagi Tuhan haruslah yang terindah, sehingga orang-orang yang mendengar nyanyian kami, turut memuliakan nama Tuhan,” (Caecilia Jessica Unarso – BIK 49). “Dulu rasanya nyanyi asal nyanyi aja, semenjak ketemu kakak-kakak di Puella Domini Choir, aku belajar memaknai tiap kata yang kunyanyikan, dan yang terpenting aku menemukan makna pelayanan bersama mereka. Aku belajar pelayanan bukan soal menyisihkan tapi memberikan,waktu dan tenaga tidak hanya untuk bersama tapi melebihi itu, agar nama-Nya semakin dimuliakan. Aku bersyukur sekali boleh terus berproses terus bersama mereka orang hebat ini, bangga sekali bisa menjadi bagian Puella Domini Choir,” (Yulina Pranoto – ITK 51).

taize

Ibadah Taize yang merupakan program kerja dari Divisi Kerohanian KeMaKI (Keluarga Mahasiswa Katolik IPB) dilaksanakan pada hari Kamis, 28 April 2016 di ruangan RK U.2.01. Ibadah ini merupakan ibadah meditasi yang menekankan pada ketenangan batin melalui cahaya lilin yang berpendar, sehingga lebih membuat suasana meditasi menjadi hidup. Ibadah ini dimulai pada pukul 18.30. Kurang lebih 20 orang ikut dalam ibadah ini, karena ibadah ini dilaksakanan di pertengahan minggu, sehingga kurang dapat menjaring banyak orang untuk ikut dalam ibadah ini.

Ibadah dimulai dengan menyanyikan lagu-lagu latin khas Taize seperti Bless the Lord, El Senyor, dan Deus Caritas. Ibadah ini menekankan pada ketenangan pribadi dalam berdoa, kemudian menggunakan refleksi analogi untuk lebih mengembangkan sisi meditasinya. Lilin yang menjadi penerang menggunakan lampion dari kertas minyak untuk menunjukkan bahwa lilin tersebut dapat menjadi cahaya bagi kita di dalam kegelapan. Lampion diletakkan di pinggir-pinggir ruangan juga memberikan suasana atau atmosfer yang bagus untuk melakukan meditasi dan renungan untuk menyadari bahwa kasih dan sukacita Allah menjadi penuh.

ibadah taize

Tema Ibadah Taize edisi 28 April 2016 ini adalah kasih dan sukacita Allah. Menurut bacaan Injil hari itu, yaitu Allah yang memberikan putra-Nya yang tunggal untuk menebus kita dan memelihara kasih antara Allah dan manusia. Sehingga, cerita reflektif analogi yang disampaikan berhubungan dengan kasih kepada sesama, yang diceritakan dalam bentuk narasi dengan judul, “Si Buta & Si Bisu”. Acara ini selesai pada pukul 20.00.

pelantikan

Misa pelantikan yang dipimpin oleh Romo Driyanto berlangsung pada Minggu, 21 Februari 2016 di RK AGB. Pengurus yang dilantik merupakan pengurus KeMaKI dan FKMK (diploma IPB) periode 2015-2016. Romo Dri berpesan untuk pengurus periode ini untuk melakukan pertemuan rutin sebagai jantung kepengurusan, juga menjalankan kegiatan dengan semangat baru. Selain itu, Romo Dri juga berpesan untuk mencari orang-orang yang tidak aktif di KeMaKI agar mereka mengalami belas kasih, sesuai dengan tema tahun ini, yaitu Tahun Belas Kasih.

Misa pelantikan ini juga dihadiri oleh Pak Martua, sebagai dosen pembina KeMaKI. Pak Martua menganggap bahwa misa pelantikan pengurus ini menjadi langkah awal KeMaKI dan FKMK untuk menjadi satu. Beliau juga berpesan untuk pengurus periode ini untuk memperhatikan dan mengajak yang jarang hadir di kegiatan KeMaKI karena yang biasa hadir lah yang lebih sering diperhatikan. Selain itu, Pak Martua juga berpesan untuk menjadi pengurus yang militan, yaitu mempunyai semangat melayani bukan dilayani. Lurah KeMaKI periode ini, Grace Natalie, juga berpesan agar pengurus lebih semangat berpelayanan. Selain itu juga merangkul dan lebih peduli dengan semua anggota KeMaKI, terutama yang jarang berkumpul di kegiatan KeMaKI.

pemilihan ketang 52

Divisi Kesejahteraan Anggota (Kesra) KeMaKI mewadahi pemilihan ketua angkatan 52 yang dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2016 di Laboratorium Biologi TPB Lama. Pemilihan ketua angkatan ini dihadiri kurang lebih 70 orang dari angkatan 52 dan beberapa dari angkatan 50 dan 51.

Pemilihan ketua angkatan ini dilaksanakan secara musyawarah, setiap anggota KeMaKI angkatan 52 berhak memberi pendapat dan mengajukan diri untuk menjadi ketua angkatan. Pada awal pemilihan ini, dibentuk beberapa kelompok untuk memilih 3-5 calon ketua angkatan beserta alasannya. Selanjutnya, para calon ditanyakan kesediaannya untuk menjadi ketua angkatan. Setelah itu, musyawarah baru dilaksanakan. Setelah musyawarah yang cukup alot, akhirnya terpilih Anthony Irawan Putra (AGH, Faperta) sebagai ketua angkatan 52 dari beberapa calon.

Ketua angkatan 52, Anthony, merasa senang karena bisa dipercaya oleh teman-teman 52 untuk menjadi ketua angkatan padahal ia merasa bahwa ia masih kurang tegas dan masih punya banyak kekurangan. Anthony ingin mengembangkan rasa saling terbuka antar anggota angkatan 52, seperti bertukar cerita. Anthony juga berharap setiap pribadi di angkatan 52 bisa menjadi orang yang berguna demi lebih besarnya kemuliaan Tuhan.

retreat 52 -1

Retret Kemaki IPB adalah acara rutin yang setiap tahunnya diadakan untuk para mahasiswa baru Katolik IPB. Tujuan diadakannya retret ini adalah untuk mempersatukan keluarga Katolik IPB serta membangun karakter mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik di kedepannya. Retret biasanya dilaksanakan selama tiga hari dua malam dan selama retret mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti setiap agenda yang sudah dibuat oleh para pendamping.

retreat 52 -2

Tahun ini retret diadakan di daerah Cicurug, Sukabumi dengan bertemakan “Diperbaharui dalam Kristus”. Selama kegiatan retret mahasiswa baru Katolik IPB diajarkan untuk saling menerima satu sama lain, menjaga, mempercayai sesama, dan sebagainya. Vinsensia Dela Debora Sihotang atau biasa dipanggil Debora selaku ketua pelaksana retret tahun ini mengatakan bahwa ia sangat senang karena retret tahun ini bisa berjalan lancar walau terdapat sedikit kendala dan dimohon untuk kedepannya retret Kemaki IPB dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya.

natal civa 2015

Natal CIVA 2015 diadakan pada hari Minggu, 17 Januari 2016. Natal CIVA diawali dengan ibadah Natal dengan pembicara Alexander A. E. Nanlohy, S.Sos., M.A. Setelah ibadah selesai, acara pun dimulai. Acara diisi oleh beberapa pengisi acara, seperti Angelic Canentes Choir, dari Paduan Suara angkatan 52, Trisony, Adelia, dan Ayub, juga ada dosen yang turut mengisi acara. Di akhir acara, bintang tamu tahun ini, Bams Samson, tampil dengan membawakan 5 lagu.

Ketua pelaksana Natal CIVA 2015, Erikson Butarbutar, merasa bahwa perayaan Natal tahun ini luar biasa. Ia juga berpesan untuk tetap satu di dalam Tuhan. Lurah Kemaki periode ini, Grace Natalie C. M., merasa senang dengan Natal CIVA 2015. Namun, masih ada kekurangan dalam pelaksanaannya, seperti miskomunikasi dan kurang pengoraganisasian. Ia juga merasa bahwa Natal CIVA memiliki keunikan tiap tahunnya. Ia berharap dengan perayaan Natal ini, KeMaKI dan PMK bisa menjadi lebih kompak.

Pembina KeMaKI, Pak Martua dan Pak Radite juga turut hadir pada perayaan Natal Civitas Akademika IPB kali ini. Pak Martua berkata bahwa perayaan Natal ini “cakep”. Beliau berkata bahwa dalam proses pelaksaan Natal CIVA pasti ada kekurangan, sehingga bisa banyak belajar, dan dari kekurangan itu bisa menjadi pelajaran untuk panitia tahun berikutnya agar bisa menjadi lebih baik. Pak Martua berharap agar dalah lebih melibatkan dosen dan alumni dalam kepanitian Natal CIVA.

pengukuhan 2016

Hari Sabtu, 16 Januari 2016, diadakan pengukuhan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Institut Pertanian Bogor oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. Acara ini berlangsung kurang lebih satu setengah jam. Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan sambutan Direktur Kemahasiswaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne IPB. Setelah itu, dilaksanakan serah terima berita acara kepada para ketua Ormawa. Selanjutnya, Rektor memberi pidato kepada para pengurus Ormawa tahun 2016 untuk memotivasi kerja para pengurus setahun ke depan. Pada penghujung acara dilakukan sesi foto untuk para ketua Ormawa dan Direktorat Kemahasiswaan. Acara ini dihadiri oleh dosen pembina kemaki yaitu Pak Radite dan Pak Martua.

Lurah KeMaKI yang sedang menjabat, Grace Natalie C. M., berkata bahwa ia senang dan bersyukur setelah diberi pengukuhan oleh Rektor IPB. Ia juga bersemangat untuk memulai awal yang baru untuk KeMaKI. Ia menganggap bahwa KeMaKI merangkul keluarga Katolik di IPB, mulai dari mahasiswa, dosen, dan staff. Selain itu, KeMaKI juga menjadi wadah untuk menjaga suasana kekeluargaan sehingga anggota KeMaKI menjadi lebih semangat kuliah dan meningkatkan kerohanian para anggota. Grace berharap KeMaKI bisa menjadi keluarga sungguhan, untuk semua orang Katolik di IPB, sehingga para anggota bisa merasa nyaman di KeMaKI.

David Pov

Tindakanku sudah keterlaluan dalam mengurusi kehidupan orang lain disaat hidupku sendiri belum baik. Seharusnya aku tidak mengikutinya hingga ke rumah sakit ini, bahkan aku yang tak mampu untuk melanjutkan rasa penasaranku karena terjebak masa lalu. Sesungguhnya aku tak pernah memiliki hak untuk menasehati Anne, sementara diriku sendiri seperti ini adanya, aku hanyalah seorang anak laki-laki yang berpura-pura menjadi seorang pria. Air mataku menetes untuk pertama kalinya sejak aku sampai di parkiran rumah sakit ini, aku tidak berani untuk masuk ke dalam, aku terlalu takut akan masa lalu.

Semua kenangan pahit itu terputar kembali dalam benakku, membuatku gemetar. Semua yang ada di sekitarku tampak memudar dan berubah menjadi situasi dimana aku tak bisa melakukan apapun untuk orang yang kucintai, satu-satunya orang yang kumiliki di dunia saat itu. Aku benci berada di posisi dimana aku yang tak berdaya, tak bisa berbuat apapun, sementara orang yang kucintai menderita, bahkan untuk menghiburnya pun aku tak mampu. Bibirku mulai bergetar dan mataku terasa semakin panas, aku memejamkan mataku dan menarik napas dalam-dalam untuk membuat diriku tenang. Namun, aku sendiri tak berhasil menenangkan diriku, bayangan kelam itu kembali menghantui pikiranku.
Continue Reading »

Flashback

Hampir tengah malam, sebuah rumah masih menyala lampunya dan terdengar teriakan seorang laki-laki dan seorang perempuan yang bersahut-sahutan, serta ada tangisan seorang anak perempuan. Namun, seakan tidak mendengar tangisan sang anak, sepasang suami isteri ini tetap bersilat lidah. Sambil memegangi boneka winnie the pooh kesayangannya anak kecil yang mengenakan piyama bergambar barbie itu berjalan menaiki tangga besar yang lebarnya lebih dari tinggi badannya. Setindak demi setindak ia melangkahkan kakinya pada anak tangga yang tingginya kurang lebih hampir sama dengan tinggi lututnya. Bahkan hingga ia berada di anak tangga teratas sekalipun, suara perdebatan kedua orang tuanya masih terdengar olehnya.

Anak perempuan itu berjalan ke arah kamarnya dan berjinjit hingga ke ujung jari kakinya untuk menarik pegangan pintu. Aroma manis tercium begitu ia membuka pintu kamarnya, pengharum ruangan yang dipilih untuk kamarnya adalah aroma manis buah-buahan yang bercampur dengan aroma floral. Dekorasi kamar minimalis yang penuh dengan tokoh-tokoh Disney seperti seprai tempat tidur dan selimutnya yang bergambar Alice in Wonderland, tirai jendela bermotif Chip and Dale, ada sofa kecil pula yang berbentuk Mickey Mouse, dan masih banyak lagi. Anak perempuan itu menarik selimutnya dan menyembunyikan tubuh mungilnya di dalam selimut.
Continue Reading »

Anne Pov

Laki-laki yang mengajakku ke tempat ini sudah berlari entah kemana setelah ia memarkirkan motornya. Ia berkata bahwa ia akan latihan dengan band-nya di sini dan ia akan mengembalikan surat-suratku setelah aku menemaninya. Itulah penyebabnya kenapa aku ada di tempat ini sekarang dan tertarik dengan bangunan tua yang tinggi ini. Aku berjalan mendekatinya, menatapnya dan sekelibat terkenang kisah-kisah yang pernah aku lalui persis di tempat ini.

Kesekian kalinya aku menghela napas ketika aku berdiri di sebuah pintu kayu besar. Aku sudah tak ingat lagi kapan terakhir kali aku menatap pintu besar ini. Namun, seingatku pintu ini jauh lebih besar dari yang kulihat sekarang, atau mungkin aku yang sudah besar saat ini. Akhirnya, aku mendorong salah satu pintu yang saling berhadapan itu, sebuah lonceng kecil berbunyi ketika aku melangkah masuk ke balik pintu. Seperti sudah lama sekali aku mendengar dentingan dari lonceng tersebut, meski aku tidak benar-benar melupakannya. Banyak barisan kursi panjang dengan alas untuk berlutut di sisi kanan dan diri ruangan megah ini.
Continue Reading »

Older Posts »